adada
Jasa Aqiqah dan Hewan Kurban
081513762445

Tata Cara Aqiqah, Bagaimana Hukum Menggabungkannya dengan Kurban?

Islam memerintahkan orangtua untuk mengadakan aqiqah untuk anaknya, yaitu menyembelih hewan untuk dimasak dan dibagi-bagikan kepada tetangga.

Selain itu, Islam juga memerintahkan berkurban saat Idul Adha. Ibadah kurban bisa saja menjadi berat bagi sebagian Muslim. Harga hewan kurban yang mahal menjadikan sebagian keluarga perlu mempersiapkan uang yang tak sedikitjika hendak berkurban untuk membeli hewan kurban.

Dalam rangka mengatur keuangan tersebut, ada kalanya umat Muslim berpikiran terhadap hewan kurban yang sudah dibeli digabungkan saja niatnya dengan aqiqah. Karena kebetulan salah satu anaknya juga belum diaqiqah.

Lantas muncul pertanyaan bolehkah menggabungkan niat aqiqah dan kurban sekaligus? Dilansir Bincang Syariah berikut penjelasannya!

Tidak Bisa Digabung

Ibn Hajar Al Haitami, salah satu ulama mazhab Syafi’I, pernah membahas persoalan ini. Di dalam Kitab Al Fataawa al Fiqhiyyah Al Kubra dituliskan:

“ (Al Imam Ibn Hajar al Haitami) pernah ditanya tentang hukum menyembelih kambing pada hari-hari berkurban, dengan menggabungkan niat kurban dan aqiqah. Apakah keduanya menjadi sah atau tidak (Dengan satu ekor kambing saja). Beliau Saw – semoga Allah Swt mencurahkan manfaat dengan ilmu-ilmunya – menyatakan bahwa yang dimaksud oleh para Ashhaab al Syafi’i (ulama-ulama mazhab Syafi’i) dan yang kami lakukan sejak bertahun-tahun adalah keduanya tidak bisa digabungkan.”

“ Karena kurban dan aqiqah itu masing-masing adalah kesunahan yang niat dan penyebab dilakukannya masing-masing berbeda. Kurban tujuannya adalah penebusan untuk jiwa, sementara aqiqah itu penebusan untuk anak. Karena dengan tebusan untuk anak ini, diharapkan ia dapat tumbuh dengan baik serta mendapatkan kebaikan dan syafaat.” (Al Fataawa al Fiqhiyyah Al Kubra dan Tuhfah al Muhtaj fi Syarh Al Minhaj).

Bagaimana dengan Menyembelih Sapi?

Berangkat dari penjelasan fatwa di atas, kurban dan aqiqah tidak bisa digabungkan niatnya. Sebab keduanya tidak bisa disatukan antara niat kurban dengan niat aqiqah. Perdebatan lahir dari perbedaan tentang bolehkan melakukan satu ibadah untuk dua tujuan.

Menurut Ibn Hajar Al Haitami, hal ini dikarenakan satu ekor kambing hanya mewakili satu orang, dan tidak bisa melakukan dua ibadah sekaligus.

Lain halnya jika Sahabat Dream memotong satu ekor sapi, yang memang bisa mewakili 7 orang. Ketujuh orang ini disebut sebagai tujuh niat berkurban, aqiqah anakk perempuan, dan 5 kafarat maka qurban dan aqiqah ini menjadi sah hukumnya dengan menyembelih sapi.

Namun apabila kondisi ekonomi memang menjadi alasan utama untuk melakukan qurban dan aqiqah secara bersamaan, maka sebaiknya orang tua mendahulukan aqiqah terlebih dahulu.

Sebab meskipun keduanya sama-sama ibadah sunah dengan tujuan mensyukuri karunia Allah Swt, namun Islam tidak membebani penganutnya untuk melakukan hal yang berada di luar kemampuan.

Aqiqah Bertepatan Saat Idul Adha

Fatwa dalam Mazhab Hambali menarik untuk dicermati yang menyatakan jikalau seorang anak telah mencapai usia 7 hari pada hari raya Idul Adha, maka orang tua boleh memilih antara aqiqah atau berkurban.

Jika aqiqah yang dipilih, ia tidak perlu berkurban lagi, begitupun sebaliknya. Ini dianalogikan dengan orang yang niat mandi sunnah di hari yang bertepatan antara sholat jumat dan sholat Ied.

Tujuan aqiqah sekali lagi adalah supaya seorang anak didoakan agar tumbuh menjadi seorang anak yang baik. Dan orangtua mensyukuri kelahirannya dengan menebus anaknya lewat berbagi rezeki dengan menyembelih hewan aqiqah.

Sementara qurban bisa ditujukan tidak hanya untuk anak, namun juga bagi orang dewasa. Jika anak sudah diaqiqahkan, ia tidak lagi punya hutang aqiqah di usia dewasanya, tapi cukup berkurban jika ia mampu. Wallahu a’lam.